Feed on
Tulisan
Komentar

Saya masih ingat bahwa di tahun 2004 dan 2005 saya masih bisa mendapatkan tiket kereta api lebaran sekitar 25 hari sebelum keberangkatan. Dan sejak tahun 2006, meski kita anda datang ke stasiun Jatinegara 30 hari sebelum keberangkatan, jangan terlalu berharap untuk bisa mendapatkan tiket lebaran.

Seperti diperkirakan sebelumnya, harga tiket kereta mendekati lebaran melonjak drastis terutama untuk kereta kelas bisnis. Di sini, perhatian saya hanya tertuju kepada kereta jurusan Jakarta - Jogja/ Solo.

Kenaikan harga tiket kereta terjadi semenjak H-10 Lebaran dengan prosentase yang beragam seperti beberapa contoh di bawah ini.

Lanjut Baca »

Streaming Surat Kabar

Glad to be back

Saya rasa sudah lebih dari satu bulan saya tidak nongol di internet dan ini kali pertama kembali masuk ke dalam dunia blog. Pertengahan agustus lalu saya menikah dengan seorang gadis yang saya pacari selama enam tahun. He he, malah proklamasi .. :mrgreen: Jadinya ketika mempersiapkan momen tersebut, salah satu efek sampingnya adalah offline dari dunia maya selama beberapa minggu.

Wah, malah ngelantur …

Lanjut Baca »

Demotivators®

Despair, Inc.

Idiocy
Never underestimate the power of stupid people in large groups.

Waktu itu sekitar tahun 1999, ketika teman kos saya menunjukkan sebuah kalender meja dengan poster-poster ‘aneh’. Sesaat saya anggap hal tersebut adalah poster untuk menambah motivasi. Mungkin saja itu benar, namun ternyata pendekatan yang mereka gunakan sedikit berbeda.

Lanjut Baca »

Phew, akhirnya menginjakkan kaki kembali ke tempat ini. Kondisi beberapa minggu terakhir tidak memungkinkan untuk blog walking (kecuali beberapa kali ke tempat pak Sawali :mrgreen: ) apalagi mengupdate blog.

Sebuah CD Linux Kubuntu 7.10 (Gutsy Gibbon) tergeletak di meja kerja selama beberapa lama dan seminggu yang lalu saya putuskan untuk menginstall sistem operasi yang sama sekali baru bagi saya. Saya tidak pernah punya pengalaman dengan Linux kecuali beberapa kali mencoba Live CD. Btw, CD tersebut saya dapatkan gratis setelah memesan dari Shipit-Kubuntu. Sebenarnya mereka beberapa kali mengabulkan permintaan tersebut dan telah mengirimkan mungkin lebih dari duapuluh keping ke rumah sejak tahun 2006. Waktu itu kemudian saya bagikan ke kawan-kawan dan baru sekarang benar-benar mempergunakannya.

Lanjut Baca »

Kemuliaan Duniawi

Ada sebuah pepatah dalam bahasa latin yang bunyinya “Sic Transit Gloria Mundi” atau secara umum bisa dipahami sebagai “Kemuliaan Duniawi Begitu Cepat Berlalu”. Menakjubkan melihat kekuatan “kemuliaan duniawi” dalam mempergaruhi pikiran, perkataan dan perbuatan seseorang. Jadi, apakah yang sebenarnya disebut sebagai “kemuliaan duniawi”, apakah itu uang, jabatan, kekuasaan, dan semacamnya.

Sebagian orang mungkin menganggap kekayaan dan kekuasaan merupakan “kemuliaan duniawi”. Seringkali timbul pertanyaan, apakah yang sebenarnya diberikan oleh kekayaan dan kekuasaan itu. Ada yang bilang bahwa uang bisa membeli seks namun tidak bisa membeli cinta, uang bisa membeli “teman” tidak pernah bisa membeli persahabatan sejati. Akankah kekayaan dan kekuasaan memberikan keamanan, kebahagiaan atau bahkan kedamaian sejati?

Hari ini (sebenarnya kemarin ) saya bertemu dengan seorang sahabat lama, teman seperjuangan ketika masih kuliah. Sudah lebih dari dua tahun kami tidak bertemu sehingga hari ini banyak sekali memori yang muncul dari masa lalu. Kami berdua waktu itu adalah teman satu kamar kost yang sama-sama diberi anugerah oleh Tuhan untuk dapat membagi waktu antara bekerja dan kuliah.

Lanjut Baca »

Jatuh Dalam Perkara Kecil

Dalam keseharian, secara sadar maupun tidak sadar kita seringkali memilah-milah perkara menjadi hal besar dan hal kecil menurut ukuran kita. Dalam kesempatan selanjutnya, kita akan membuat skala prioritas untuk hal yang kita lakukan. Dalam kondisi normal, hal yang tampak kecil atau sepele akan menjadi prioritas utama dan segala suberdaya kita akan kita berikan untuk itu.

Namun apakah yang sebenarnya disebut sebagai perkara kecil dan apakah yang disebut sebagai perkara besar. Bagaimana jika ternyata hal kecil yang kita lakukan hari ini sebenarnya merupakan hal yang sangat besar.

Lanjut Baca »

The Rock Star Doctor

Brian MayWhew, saya masih ingat ketika pada sebuah minngu sore di tahun 1991 (?) ditayangkan acara “Berita Hiburan Mancanegara” di TVRI. Waktu itu diberitakan kematian Freddie Mercury akibat penyakit AIDS yang dideritanya. Itu adalah tahun-tahun awal perkenalan saya dengan musik-musik Queen dan “We Will Rock You” adalah favorit. Brian May, Roger Taylor, Freddie Mercury dan John Deacon merupakan personel Queen dan tidak pernah ada orang lain lagi yang direkrut. Banyak yang mengenal Freddie namun saya tidak tahu apakah banyak yang mengenal Brian May, sang gitaris.

Lanjut Baca »

Kuat dan Lemah

Sebuah sitkom lokal berjudul “OB” yang ditayangkan oleh RCTI menyuguhkan sebuah contoh pentas kekuasaan yang terjadi pada skala lebih kecil dibandingkan hidup keseharian. Dalam cerita ini ditampilkan seorang sosok manajer yang berkuasa dan sering marah-marah dan entah kenapa dalam plot selanjutnya, pegawai dalam posisi struktural di bawahnya memiliki kebiasaan yang tidak jauh beda. Demonstrasi kekuasaan ini kemudian menjadi semacam reaksi berantai. Seseorang yang mendapatkan perlakuan tidak enak dari superiornya kadang secara sadar atau tidak sadar kemudian melampiaskan kekesalan kepada subordinatnya. Manajer menekan bawahannya, bawahan manajer menekan bawahannya lagi dan seterusnya. OB yang di sini menempati level kepegawaian paling bawah selanjutnya menjadi semacam bulan-bulanan.

Dalam kasus dan intensitas yang berbeda, hal ini terjadi dalam dunia nyata di berbagai aspek kehidupan. Kejadian yang mirip (dengan OB sebagai obyek) bahkan sering terjadi. Sebagian orang cenderung mengambil keuntungan dari orang lain yang lebih lemah dan bukan hubungan mutual seperti yang selayaknya terjadi. Golongan masyarakat yang lemah atau miskin harus membiasakan diri dengan perlakuan yang kurang sopan, kurang nyaman atau bahkan kadang dihisap, diperalat untuk mendatangkan keuntungan bagi yang lebih kuat. Terlebih jika tampak jelas tidak memiliki kempuan untuk melawan.

Lanjut Baca »

Dante’s Inferno Test

Whew, sudah hampir sebulan, hampir tidak menyentuh blogosphere.

Sore ini setelah bos meninggalkan kantor, saya teringat akan suatu test di 4degreez yang terinspirasi oleh bukunya Dante yang terkenal dengan “The Divine Comedy by Dante: Inferno”.

He he, hasilnya sebagai berikut:

——————————————————————————————

The Dante’s Inferno Test has sent you to Purgatory!

Here is how you matched up against all the levels:

Level Score
Purgatory (Repenting Believers) Extreme
Level 1 - Limbo (Virtuous Non-Believers) High
Level 2 (Lustful) Moderate
Level 3 (Gluttonous) Very Low
Level 4 (Prodigal and Avaricious) Very Low
Level 5 (Wrathful and Gloomy) Low
Level 6 - The City of Dis (Heretics) Very Low
Level 7 (Violent) Low
Level 8- the Malebolge (Fraudulent, Malicious, Panderers) Low
Level 9 - Cocytus (Treacherous) Very Low

Lanjut Baca »

I believe in miracle

Semi curhat, semi kesaksian namun bukan film semi-rated. Ketika menginjak umur sekitar dua puluh tiga tahun, ada sebuah hal yang berubah dalam pribadi saya dibalik keangkuhan hati, keputusasaan dan semua “gugatan” terhadap Tuhan.

Sebelumnya, pikiran ini terpenjara oleh konsep yang mungkin diciptakan lingkungan dan pikiran sendiri bahwa mukjizat adalah sembuh dari penyakit mematikan, kecelakaan maut, kamp konsentrasi, himpitan ekonomi dan semacamnya. Mukjizat bisa juga berarti penampakan Tuhan, tongkat yang bisa berubah menjadi ular, membelah Laut Merah, selamat dari perut ikan paus, bangkit dari kematian dan semacamnya. Mukjizat adalah sesuatu yang extraordinary, sesuatu yang menggetarkan, hingga selama lebih dari dua puluh tahun, hati ini begitu yakin bahwa tidak ada mukjizat yang pernah saya saksikan.

Ada sebuah kejadian yang merubah perspektif saya terhadap segala sesuatu yang pernah terjadi dalam kehidupan ini.

Lanjut Baca »

Toleransi

Toleransi, ada sebuah kalimat mengejutkan dari seorang bijak yang mengatakan bahwa, ” Kita pikir dunia bisa diselamatkan bila kita selalu memiliki kehendak baik dan toleransi. Ini keliru.” Yang menyelamatkan dunia adalah pemikiran jernih dan bukan toleransi. Ternyata toleransi yang dimaksud adalah semacam toleransi palsu dan bukan toleransi sejati. Apakah sebenarnya arti toleransi jika kita yakin bahwa kita benar dan setiap orang yang tidak setuju dengan kita adalah salah? Itu adalah sikap merendahkan diri dan bukan toleransi. Sikap demikian tidak mengarah kepada kesatuan hati melainkan perpecahan, sebab kita di atas dan orang lain di bawah. Posisi seperti ini hanya akan memunculkan superioritas pada diri kita dan rasa kesal kepada sesama kita dan untuk selanjutkan akan melahirkan sikap tidak toleran.

Lanjut Baca »

Secara Teknis Saya Benar

Ada sebuah ungkapan bahwa “orang suci itu satu hal, namun orang yang tampak suci adalah lain hal”. Adakah hal ini juga berlaku kepada kejujuran seseorang. Dalam keseharian, saya sering dihadapkan kepada sebuah kondisi membingungkan. Kondisi di saat manusia bermain dengan konsep untuk menjadikan diri sendiri tampak lebih baik. Bermain dengan konsep, sudut pandang, celah hukum, berlindung dibalik logika hanya untuk sekedar berpura-pura. Berpura-pura agar pikiran kita dan/ atau orang lain mendapatkan kesan yang berbeda tentang hal yang dimaksud meskipun pada kenyataannya, hal itu lain sama sekali.

Kasus I
Seseorang berkata “Tidak apa-apa jika saya sedikit mencurangi dia, karena dia telah berlaku kejam dan tidak adil kepadaku selama tiga tahun.”

Lanjut Baca »

Older Posts »