Semi curhat, semi kesaksian namun bukan film semi-rated. Ketika menginjak umur sekitar dua puluh tiga tahun, ada sebuah hal yang berubah dalam pribadi saya dibalik keangkuhan hati, keputusasaan dan semua “gugatan” terhadap Tuhan.
Sebelumnya, pikiran ini terpenjara oleh konsep yang mungkin diciptakan lingkungan dan pikiran sendiri bahwa mukjizat adalah sembuh dari penyakit mematikan, kecelakaan maut, kamp konsentrasi, himpitan ekonomi dan semacamnya. Mukjizat bisa juga berarti penampakan Tuhan, tongkat yang bisa berubah menjadi ular, membelah Laut Merah, selamat dari perut ikan paus, bangkit dari kematian dan semacamnya. Mukjizat adalah sesuatu yang extraordinary, sesuatu yang menggetarkan, hingga selama lebih dari dua puluh tahun, hati ini begitu yakin bahwa tidak ada mukjizat yang pernah saya saksikan.
Ada sebuah kejadian yang merubah perspektif saya terhadap segala sesuatu yang pernah terjadi dalam kehidupan ini.
Tahun 2003, sekitar bulan ke delapan (tidak yakin) pengerjaan skripsi, yang terdengar di hati hanyalah keluhan. Waktu itu hati ini seakan berkata, “Saya menghabiskan waktu untuk membantu teman-teman menyelesaikan skripsi, tanpa meminta imbalan. Sekarang dimana mereka saat saya hampir putus asa menyelesaikan bagian saya. Tidak ada satupun yang bisa dimintai tolong. Mereka sibuk dengan kegiatan atau pekerjaan masing-masing. Meraka bahkan tidak lagi menyapa. Mereka menghindariku”
Setelah beberapa hari mengumpat, orang tua saya mendapatkan kecelakaan dengan sepeda motor. Di jalan dia ditolong sekelompok anak muda (seumuran SMA), dirawat, dibawa ke rumah kerabat. Mereka memastikan orang tua saya baik-baik saja dan motor bisa digunakan lagi dengan lancar. Meraka tidak pernah menyebutkan nama mereka dan sampai hari ini kami tidak pernah tahu. Ketika hati ini sedang mengumpat tentang kesetiakawanan, Tuhan menjawab dengan tegas. Jawaban yang diberikan lewat orang asing, sama sekali asing. Like they said, God works in mysterious way.
Kejadian tersebut adalah titik tolak. Satu persatu peristiwa yang pernah terjadi dalam hidup ini kemudian tampak jauh berbeda. Anak muda itu terlalu keras kepala untuk sadar bahwa kehidupan dia sendiri adalah mukjizat.
Telah lebih dari tujuh kali saya mengalami kecelakaan dengan sepeda motor dan dan salah satunya mengharuskan tubuh ini melewati sebuah alat yang biasa disebut CT SCAN di RS PKU Yogyakarta. Jatuh dari motor, bangkit, ke rumah sakit, sembuh, menjalani kehidupan seperti biasa dan satu hal yang dilupakan adalah bersyukur. Bersyukur bahwa selama itu pula kita masih dijaga. Sedikit perubahan pada kecepatan motor (km/ hour), waktu kejadian dan tempat akan berakibat lain.
Lahir dan dibesarkan dari keluarga yang pas-pasan, anak muda itu tidak pernah sadar bahwa hingga saat itu dia bisa sekolah di Fakultas Teknik UGM adalah sebuah mukjizat. Bukan sebuah kebetulan bahwa ketika dia masuk, SPP untuk mahasiswa eksak adalah 250 ribu sementara setahun kemudian, SPP naik dua kali lipat. Jika saja anak muda itu masuk setahun kemudian, kondisinya akan berbeda. Itu rencana Tuhan.
Selama kuliah, terlepas dari kondisi keluarga di kampung, anak muda itu secara ekonomi bisa dibilang cukup. Ketika di pagi hari dia berdoa “Berikanlah kami rejeki pada hari ini”, dia tidak sadar bahwa Tuhan memberikan apa yang dia butuhkan pada hari itu. Anak muda itu semasa kuliah pernah bekerja mulai dari jualan di trotoar hingga assisten proyek dengan hasil yang bervariasi namun selalu cukup untuk kebutuhannya pada saat itu. Ketika dia hanya butuh makan, dia pernah mendapatkan bayaran dua bungkus nasi ayam Kentuku Selokan Mataram, ketika dia butuh uang mendadak untuk survey tugas akhir, dia mendapatkan 400 ribu dan masih banyak contoh lain lagi. Itu adalah mukjizat yang dalam prakteknya, mungkin kelihatan remeh.
Ketika tiba saatnya anak muda itu lulus, dia masih menjadi asisten proyek dan mendapatkan pekerjaan tanpa harus terlebih dahulu menjadi penggangguran. Jika saja melihat prestasinya (terlebih IPK) yang pas-pasan dan tentunya dia bukan orang paling pandai di kelas, hal itu adalah lagi-lagi sebuah mukjizat. Namun ketika tampaknya bagi dia pekerjaan yang dia miliki tampak belum mapan, lagi-lagi dia mengeluh.
Banyak hal yang terjadi dan tidak mungkin diceritakan semua di sini
Ketika anak muda bergerak sedikit lebih dewasa, dia menjadi sadar. Ketika saya mulai belajar melihat bahwa mukjizat terjadi setiap hari, rasanya seperti mendapatkan sebuah tamparan, mengejutkan. Mukjizat menurut pemahaman saya sekarang kadang berwujud seperti hal yang tampak remeh, tidak penting bahkan untuk menjadi bahan pembicaraan. Namun di situlah kuasa Tuhan bekerja dan tanpa campur tangannya, keadaannya akan menjadi sama sekali lain. Seakan merasakan “magic in the air” ketika hati saya mulai meyakinkan pribadi ini bahwa mukjizat benar ada, benar terjadi dan yang mengejutkan, mukjizat itu mungkin terjadi setiap hari.
Yang berusaha saya sampaikan adalah, mukjizat benar terjadi dan mungkin setiap hari. Keangkuhan hati, ego, kemuliaan duniawi dan semacamnya kadang membuat kita tidak peka. Karena kuasa Tuhan bekerja bahkan lewat hal-hal yang seringkali tampak remeh bahkan untuk menjadi bahan obrolan. Hal yang tampak paling keil di kehidupan kita dapat kemungkinan menjadi hal yang sebenarnya sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan kita.
Dalam renunganku, saya berpikir bahwa melebihi semua perusahaan asuransi. Asuransi yang diberikan Tuhan mengkover semua hal secara detail, detail dalam ukuran sentimeter, km/ jam, detik ataupun rupiah.
And yes, I believe in miracle ….
Ada yang bilang bahwa saat Natal terjadi mukjizat, benar, karena bagiku pribadi, setiap hari adalah mukjizat.






nice story, bro
memang selalu ada nikmat untuk disyukuri yak
Tuhan selalu sayang sama kamu yah…

makanya selalu bersyukurlah…
ingat bro…mukjizat itu nyata….
Bener pak sigid. keajaiban itu ada. Gusti Allah ora sare, begitulah idiom yang sering kita dengar. Tuhan akan memberikan jalan kepada hamba-hamba-Nya yang mau berbuat dan bertindak secara tulus dan tanpa pamrih.
Dalam satu postingan saya pernah bertanya bahwa; apakah segala sesuatu di dunia ini berjalan secara kebetulan?
Dan sekarang dan disini saya menemukan jawabannya..
Terimakasih, bro..
Inggih leres mas Siqit … Tuhan begitu peduli terhadap hambaNya, KasihNya tiada pilih kasih, sayangNya tiada pernah lekang…
Btw, kecelakaan berkali2 kenapa tidak diteruskan menjadi pembalap F1 sekalian atau menjadi peran pengganti adegan hebat heheh
just kidding…
“Mukjizat” bagi para Nabi adalah hal yang begitu nyata, tapi bagi manusia2 setelahnya begitu misteri tapi nyata..
aaarrrrrrggghhhh….postingannya beradh… lama g apdett sekalinya apdett saiyah nggak paham…
*mutung*
hmmm…*manggud-manggud sembari elus-elus jenggodh*
wah kalau semua langkah dan perbuatan Tuhan kamu anggap mukjizat, apa masih ada tempat buat yang lain di hatimu?
huhuhuhu
hati2 cinta sepihak yah bro..
huhuhuhu
*sowwi canda doank kok.
butuh cinta yang teramat besar untuk bisa menyadari semua itu setiap hari. kalo menurut saya sih…..
@ caplang
He he, betul bro
Bersyukur itu kadang susah yah, terutama kalau kita tidak memiliki kesadaran.
@ verlita
Setuju sis.
Tuhan sayang kita, selalu dan mukjizat itu benar nyata adanya.
Its real, I believe in Miracle
@ Sawali
Terima kasih karena telah mengingatkan itu pak Sawali.
Leres, Gusti mboten sare ….
Sudah sekian lama ketika saya terakhir kali mendengar ada yang mengucapkan hal itu
@ qzink666
Wah, kalau itu pendapat pribadi loh mas
Pengalaman meyakinkan diri saya kalau sekian banyak hal yang pernah saya alami itu saya yakin bagian dari sebuah rencana besar yang telah disiapkan by the Lord.
Every single detail ….
@ Kurt
Njih pak, suetuju, KasihNya tiada pilih kasih dan tiada pernah lekang. Begitu misteri tapi nyata, he he, ungkapan yang bagus. Memang begitu misteri dan seperti yang dulu pak Kurtubi bilang, kalau dalam kehidupan ya kadang yang perlu dilakukan dihayati saja, ndak usah bingung.
Waduh, pak de ini ngece …
Lha wong saya itu ndak bisa nyetir je
@ celo=3
Weh mas, itu cuman kejadian sehari-hari kok
@ Hoek
Jenggotnya siapa hayo yang dielus
@ bedh
Wah cah bagus, saya ndak yakin apakah saya telah benar-benar mencintai Tuhan
Namun yang jelas, Tuhan mencintaiku (dan kita semua) setiap hari.
*sambil ngelus-elus … *
i believe what you believe. do you believe? or is it faith?
Wow, pengalaman yang emang benar-benar di luar nalar kita sebagai manusia. That a blessing from our Lord.
Yupe Bro, aku juga percaya.
I believe in Miracles in any steps on my life
saiyah minta ijin baca lebih lama lagi ya…
*save as HTML*
Wah.. komen sayah singkat sajah.. secara sayah cuman mBilung yg bisanya anut grubyuk.
Ananging kula pitados bilih Gusti punika tansah paring ingkang kita betahaken, ingkang mboten temtu kita suwun, awit ingkang kita suwun punika dereng temtu ingkang paling sae lan ingkang saestu kita betahaken.
Perkawis-perkawis ingkang panjenengan sampun lampahi punika inggih kedadosan wonten ing gesang kula. Saking rencang-rencang ingkang mundhut pitulungan bab skripsi, dhawah saking sepedha motor, lan sapiturutipun. Nanging kula pitados, wonten perkawis-perkawis ingkang sae ingkang saged kita pethik saking kedadosan-kedadosan punika.
“Miraculum est praeter ordinem totius naturae creatae: Deus igitur cum solus sit non creatura, solus etiam virtute propri?miracula facere potest. ” –Thomas Aquinas
Itu bukan miracle lah atau anda kata mukjizat.
Itu adalah ketentuan Allah SWT.
Konon-konon punya mukjizat, ngak malu.
Kalau dapat bala………redha.
Kalau dapat nikmat ……syukur.
Eleh Miracle konon………malu sih.
Doh, saya ndak bisa banyak komentar karena lagi mengalami krisis ‘faith’ sejak SMA…
Tapi saya suka bagian ini (terlepas dari saya percaya atau tidak), di mana tidak mengkultuskan hari-hari tertentu dan meremehkan hari lainnya. Nasib itu, baik atau buruk…bukan kita yang berhak menilai bukan?
*ngat postingan lama yang di-repost oleh CY*
OOT: Kentuku enak nggak mas? Belum nyoba soalnya…
i do believe in miracle
Cerita yang luar biasa.
Saya juga setiap hari menikmati mujizat Tuhan.
Tuhan benar-benar bekerja dengan cara yang misterius.
Tuhan memberkati.
*save dulu ah….*
betul, saya juga percaya sama keajaiban [dalam pengertian sebenarnya]. walaupun otak kecil ini selalu menggedor-gedor untuk mencari penjelasan atas keajaiban-keajaiban itu. penjelasan yang sampai saat ini tidak pernah saya dapatkan….
kalau tiap hari adalah mujizat, itu adalah hiperbola dari suatu keadaan. bukan dalam pengertian sebenarnya sih, tetapi lebih menggambarkan rasa syukur kepada Sang Maha Kuasa…
sama dengan kakak kostku dan sekarang dia lagi dirumah sakit kena DB, moga ajah cepat sembuh.
nice story, brader…
@ sitijenang
He he, it’s pobalbly a belief not faith.
Itu kalau yang saya tangkap dari tulisan pak lek sitijenang tentang “Kepercayaanku Bukan Keyakinanku”
Semoga pemahaman saya tidak salah ….
@ extremusmilitis
Lha itu lho bro,
Sebenarnya hal ini jadi terkesan sebagai ekspresi tentang campur tangan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
@ celo =3
Wah, monggo lho, ndak usah serius-serius, lha wong ming obrolan ngalor ngidul kok
@ patul
Leres mas Patul, Gusti mbok menawi mboten maringi sedaya ingkang dipun suwun, namun Gusti tansah paring ingkah kita betahaken, saben dintenipun.
Kados ngendikane pak Sawali, Gusti mboten sare …
Busyet, Thomas Aquinas, lha kula gadhah Summa Theologica atawis sampun 3 tahun, nangin mboten nate dipun waos je. Nate nyobi, namung malah bingung
@ Sharipuddin
Wah, saya itu ndak punya bakat berteologi je mas Sharipuddin.
Tulisan ndak jelas di atas itu ngomong tentang perasaan bukan tentang konsep.
Kalo ngomongin konsep mukjizat itu apa, ketentuan Tuhan itu apa, wah, nyerah deh saya, ndak dong saya mas
Atau mungkin kalau mas Sharipuddin berminat, bisa juga baca Summa Theologica juga kaya mas Patul. Disan ada banyak pergulatan batin salah satunya berusaha menjelaskan tentang mukjizat.
Kalau saya ndak nyampai pikirannya mas, cenderung praktis.
@ rozenesia
He he, semoga lekas bangkit dari krisis, tapi ndak usah panggil IMF kaya Indonesia
Dulu ada saat-saat dimana saya selalu punya alasan untuk tidak pergi beribadah, namun lewat banyak kejadian hati saya berubah.
Saya hidup dan dibesarkan dari dunia dimana kita tidak punya apapun yang bisa diandalkan kecuali sebuah hal yang tidak akan hilang diambil orang, my faith to the Lord. Dengan itu, saya bertahan hidup.
Walah, tahu sendiri to mas, kalau bagi mahasiswa, makanan gratis itu …. uenaaak
Kalau mau obyektif, kayaknya kalah sama Jogja Chicken.
@ Ws
I believe that too bro
@ mas Dewo
He he, itu juga yang saya percayai mas, bekerja secara misterius.
Memberikan apapun yang kita butuhkan meski bukan yang selalu kita minta, namun tetap yang terbaik.
kados ngendikane pak Sawali, Gusti mboten sare
@ mas Pyrrho
Mungkin saja betul Bang Fertob, saya payah tentang konsep, mungkin saja itu merupakan ekspresi campur tangan Tuhan dalam keseharian.
Namun, secara pribadi, saya anggap itu mukjizat.
Apa yang sebenarnya disebut mukjizat bagi sebagian orang mungkin saja berbeda dengan sebagian yang lain tergantung pemahamannya.
Namun satu hal yang jelas bahwa, The Lord works in mysterious way
@ Abeeayang™
He he, wah, kayaknya banyak ya sebenarnya kejadian seperti ini dalam kehidupan masing-masing manusia
nice curhat bro,
miracle emang ada dan patut kita sukuri keberadaannya,
mengenai sukur, kadang diidentikkan dengan orang jawa yang slalu bruntung,
abis kecelakaan, luka-luka dlsbg, masih bisa bilang sukur untung nggak mati.
abis kena tipu berjuta-juta, masih bisa bilang sukur untung nggak sampe bermilyar-milyar (duwite mbahmu po?!)
pokok’e wong jowo ki untung teruss
Ya ya ya….
*manggut2*
Kak… nama anak muda itu siapa?
*dibekap*
jah, doi tidur lagi…
woi
bangun….bangun……
Setiap Kejadian yang terjadi didunia ini adalah berkat Tangan Tuhan…
Apapun kita harus selalu ingat pada kekuatan Allah SWT
@ hermawan titov
Leres kangmas, kalau dipikir-pikir memang gitu yah.
Semua hal sekecil-kecilnya sudah diset oleh Gusti Ingkang Murba Ing Dumadi.
@ dwihandyn
He he, jadi malu
@ Bedh
Hayah, cah bagus, ha wong lagi tidur lelap je ….
*menyeka air liur*
@ indra
Yup, hal yang saya sangat setuju bro
i believe in mericl eh miracle so i can fly without… haiyah jadi nyanyi
*merenung (lagi)*
Yeap…mukjzat yang sudah pernah terjadi kita bahkan tak menyadarinya apalagi mensyukurinya.
Sorry, baru mampir lagi…kangen juga dengan tulisan mas sigid.
Tuhan memberkati.
saya percaya bahwa tuhan selalu bekerja dalam kehidupan saya tiap harinya dan yes miracle itu terjadi setiap hari, hal2 kecil yg terjadi saya syukuri sebagai hadiah hadiah kecil yang tuhan kasih buat saya
@ shinobigatakutmati
….
@ mbak puak
Halah, masak ngangeni to mbak …
Jadi malu
@ aprikot
Betul mbak, seperti itu yang ada dalam pikiran saya.
Dan hal yang tampaknya kecil,, mungkin sebenarnya merupakan hal besar dalam kehidupan kita
Kebenaran dan kasih sayang tuhan itu seatiap hari kita rasakan
Kita masih bisa bernafas setiap hari juga mukjizat
Well..Tuhan tu kadang aneh..semakin kita menjauh semakin Dia mendekat, ngingetin kalau hei, Aku ada nih..
sungguh suatu mukjizat ada orang tidur selama ini.
mungkin ini akibat “Males” dalam Bahasa Inggris itu paklek
huhuhuhu
@ bachtiar, stey, bedh
Sori baru balas, I’ve been “asleep” for a while
@ bachtiar
Yah, seperti itulah mas, anugerah Nya berlimpah.
@ stey
He he, Dia tidak membiarkan kita jauh dan masuk dalam kegelapan yah.
Because He cares
@ bedh
Ah, ndak papa to mas.
Tidur lagi ahh ….
Thanks for sharing, Mas Sigid!
Salam kenal!
“Burung”-ku pengeng berkicau
Nyanyikanlah lagu baru…
wahh.. dah lama vakumm dari bunia blog nih.. tapi sekarang datang lagi..
point nya adalah miracle haya dtang dari Allah
@ Kandar Ag & zulfanahrielly
Maaf baru bisa balas, sebulanan ini menjadi
sokagak sibuk@ Kandar Ag
Salam kenal juga pak Kandar, jadi pengin langsung meluncur ke tempat bapak nih
@ zulfanahrielly
He he, ini juga lagi hiatus hampir sebulan
Ketika anak muda bergerak sedikit lebih dewasa, dia menjadi sadar. Ketika saya mulai belajar melihat bahwa mukjizat terjadi setiap hari,…..
makannya yang paling sering kita lupakan adalah BERSYUKUR… coba kita intropeksi diri… pernah gak kita sebelum tidur… trus berdoa minta semoga besok mata saya masih bisa melihat ciptaanMU ya tuhan… telingga saya masih bisa mendengar suara adzan… tangan saya masih bisa bergerak untuk mengambil air wudhu….. kaki saya bisa untuk berjalan melewati jalanMU
*sok ustadz*
*tidur*
Nah, ego kita kadang membuat bersyukur itu menjadi sesuatu yang sangat sulit.
Yah, ndak tahu, tapi dalam bayangan saya, orang yang selalu bisa bersyukur (secara tulus) di setiap kesehariannya, pastilah orang yang damai dan bahagia.
setiap hari adalah muzizat…….aku percaya!
setiap hari adalh mujizat…dan aku percaya itu!
i dont know why, when i see the topic ” i believe in miracle ” it just that i have urge to say “i really do believe in miracle” and it makes me smile.
when the first time , i saw this post.. i only read the topic and i didn’t read the post huehue .. i just made a comment :O
dan sekarang juga ga baca isinya =P
it makes me have hope just to see the topic.
@ julian sitompul
Every single day …..
Betul om, dan seperti yang sering dikatakan orang, ada saja hal yang bisa kita syukuri setiap harinya.
Meskipun itu kadang menjadi susah untuk dilakukan
@ Ws
Well, I believe that miracle did happen bro …
Waduh, dibaca ndak papa lho mas
Hello Semua… alam Kenal yah…
@ Indonesia Today
He he, salam kenal
lagi